Pemkot Mojokerto Siapkan 52 Ribu Vaksin Difteri

Temuan dugaan difteri pada seorang warga Kota Mojokerto pada 2017 lalu tak membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengambil risiko. Tahun ini sebanyak 52 ribu lebih warga usia 0-19 tahun bakal diberikan vaksin virus mematikan yang menyerang saluran pernafasan itu.

Sasaran imun antidifteri ini jauh melampaui target vaksinasi anti Measles Rubella yang mencapai 31 ribu jiwa. “Kita akan mulai menggelar vaksinasi difteri mulai 1 Februari sampai 1 Maret mendatang. Kota Mojokerto kini masuk daftar kota berstatus KLB (Kejadian Luar Biasa) difteri setelah temuan suspect terhadap seorang warga tahun lalu,” jelas Kadinkes Kota Mojokerto Christiana Indah Wahyu.

Indah, sapaan Kadinkes mengatakan, pihaknya tak mau lengah dengan kejadian tersebut. “Temuan suspect itu sudah mengkhawatirkan hingga Pemprov Jatim menetapkan Kota Mojokerto KLB difteri. Karenanya kami akan menggelar program imunisasi massal ini,” cetusnya.

Menurut Indah, untuk itu pihaknya akan menyasar masyarakat usia 0-19 tahun untuk suksesnya program ini. “Kita fokus di kantong masyarakat seperti sekolahan, Depag, TNI/Polri, dan tokoh masyarakat. Kalau dananya kita sharing 50:50 dengan Pemprov,” akunya.

Perlu diketahui, penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae yang menular dan berbahaya. Penyakit ini bisa mengakibatkan kematian lantaran sumbatan saluran nafas atas toksinnya yang bersifat patogen. Menimbulkan komplikasi miokarditis (peradangan pada lapisan dinding jantung bagian tengah), gagal ginjal, gagal napas dan gagal sirkulasi.(zac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *